By yosafat on February 10, 2010
Jika kita menggunakan contact form 7 (atau plugin yang lain) hanya untuk bagian (page, post, atau yg lain) tertentu saja, kita bisa men-disbale scripts dan syles dari plugin tersebut.
Misalnya di blog ini, contact form 7 hanya digunakan pada page bernama “Contact”, maka saya berniat mengatur supaya javascripts dan CSS untuk plugin tersebut hanya loaded di page “Contact” saja.
Karena saya menggunakan Hybrid theme, saya menambahkan bagian berikut ini pada functions.php pada child theme.
add_action( 'wp_print_scripts', 'my_deregister_javascript', 100 );
add_action( 'wp_print_styles', 'my_deregister_styles', 100 );
function my_deregister_javascript() {
if ( !is_page('Contact') ) {
wp_deregister_script( 'contact-form-7' );
}
}
function my_deregister_styles() {
if ( !is_page('Contact') ) {
wp_deregister_style( 'contact-form-7' );
}
}
Hal ini akan berdampak loading untuk page/post selain “Contact” akan lebih cepat karena tidak perlu loading scripts yang sebenarnya tidak diperlukan di page tersebut.
Sumber: Justin Tadlock.
Posted in Design | Tagged optimization, wordpress
By yosafat on February 7, 2010
Theme framework secara sederhana memudahkan kita menggunakan theme dan mengembangkannya. Tanpa harus memahami bahasa PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) secara mendalam, kita bisa mengubah tampilan dengan men-edit CSS (Cascading Style Sheets). Jika kita memerlukan fungsi baru, kita bisa menggunakan dan mengembangkan dari beberapa fungsi yang sudah didefiniskan pada theme tersebut. Secara sederhana, theme framework membantu kita dengan memudahkan dan menghemat waktu dalam mengembangkan theme.
Kita bisa membuat theme baru dengan membuat CSS file baru atau membuat child theme untuk keperluan kita sendiri tanpa harus mengubah core files yang ada di theme framework tersebut. Dengan demikian, jika ada upgrade pada core theme framework, theme kita tidak ikut terhapus.
Beberapa WordPress theme framework adalah sebagai berikut:
Masih banyak lagi theme framework dan beberapa di antaranya merupakan versi berbayar (tidak saya list di sini).
Posted in Design | Tagged theme, wordpress
By yosafat on February 7, 2010
Saya sedang melakukan eksperimen dengan menggunakan huruf (fonts) dari Typekit. Untuk account yang menggunakan layanan gratis, maksimal dapat menggunakan 2 jenis huruf dari library yang cukup terbatas.
Dengan menggunakan layanan dari Typekit, kita bisa menghasilkan tampilan website dengan fonts yang diharapkan meskipun di komputer orang yang mengunjungi website kita, belum terinstall fonts tersebut.
Dari segi tampilan blog ini tampak lebih bagus menggunakan font dari Typekit. Beberapa browser tidak kompatibel dan tampilan akan menjadi seperti basic setting tanpa Typekit.
Dilihat dari segi performa, loading terasa lebih lambat. Memang kadang kala, tampilan dan performa itu tidak berjalan seiring dan malah berbanding terbalik, dengan fungsi linear atau bahkan eksponensial. Kemungkinan di kemudian hari saya akan menghilangkan fonts yang disediakan oleh Typekit.
Karena saya menggunakan Hybrid theme framework, saya menambahkan fungsi ini pada functions.php pada child theme yang saya buat,
add_action( 'hybrid_head', 'typekit_script' );
function typekit_script(){
echo '<script type="text/javascript" src="http://use.typekit.com/xxxxxx.js"></script>';
echo '<script type="text/javascript">try{Typekit.load();}catch(e){}</script>';
}
Posted in Design | Tagged typography